Kamis, 28 Februari 2019

MATERI AJAR DAN KISI-KISI UNTUK UTS PKK MARET 2019 KELAS XI RPL DAN TSM


PENGERTIAN GAMBAR KERJA
Menurut Suratman pada buku menggambar teknik mesin dengan standar iso di halaman 15, diterbitkanoleh CV. Pustaka Setia di Bandung tahun2011.
Gambar kerja adalah
suatu teknik penggambaran yangdigunakan untuk menjelaskan secara gamblang persyaratan item yang di rekayasa.

aktivitastas menggambar mesin menghasilkan dokumen gambar yang berfungsi sebagai bahasa atau media untukmenyampaikan ide, gagasan, atau informasi dari para insinyur yang mendesian suatu produk kepadapara pekerja yang akan membuatnya.
Menurut Sujiyanto pada buku menggambar teknik mesin di halaman 7, diterbitkan oleh KanisusdiYogyakarta tahun 2012.
Gambar kerja adalah komunikasi utama antara si pembuat gambar atau idedengan si pelaksana di lapangan, dan gambar harus dipahami oleh kedua belah pihak.
Menurut Ir. Ohan Juhana pada buku menggambar teknik mesin dengan standar iso di halaman 14,diterbitkan oleh CV. Pustaka Setia di Bandung tahun 2011. 
Gambar teknik adalah gambar yang menitikberatkan pada penyampaian maksud dari pembuat gambar secara obyektif, gambar jenis inimenggunakan simbol-simbol yang dapat diterima secara internasional. Simbol tersebut sudah dirangkumkan dalam sebuah standar yang dapat di terima di seluruh dunia, yaitu standar ISO. Selain ituada juga standar lain yang di keluarkan oleh suatu Negara.
Berdasarkan teori-toeri diatas dapat disimpulkan

Gambar Kerja adalah suatu bahasa yang digunakanoleh designer kepada si pelaksana dilapangan, dengan menggunakan standar-standar internasional danharus dipahami oleh kedua belah pihak. 

FUNGSI GAMBAR KERJA
Gambar kerja sebagai bahasa teknik dan pola penyampaian informasi, Fungsi-fungsi gambar dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu :
1.      Penyampaian Informasi
Gambar berfunsi untuk meneruskan maksud dari perancangan dengan tepat kepada orang –orang yang bersangkutan kepada perancanaan proses, pembuatan, pemeriksaan dan sebagainya. Orang-orang yang bersangkutan bukan hanya orang-orang pabrik atau orang di bengkel sendiri, tetapi juga orang orang dalam pabrik atau bengkel sub kontrak atau orang asing dengan bahasa lain

2.      Pengawet, penyimpanan dan penggunaan keterangan
Gambar merupakan data teknik yang sangat ampuh, dimana teknologi dari suatu perushaan di padatkan di kumpulkan. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagian bagian produk untuk diperbaiki ( reparasi ) atau untuk di perbaiki, tetapi gambar diperlukan juga sebagai bahan informasi untuk rencana-rencana baru di kemudian hari. Sehingga diperlukan penyimpanan, kondifikasi nomor urut gambar dan sebagainya.

3.      Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasi
Dalam perencanaan, konsep abstrak yang terlintas dalam pikiran diwujudkan dalam bentuk gambar melalui proses masalahnya pertama-tama di analisa dan disintesa dengan gambarnya di teliti dan dievaluasi. Proses ini di ulang-ulang, sehingga dapat di hasilkan gambar-gambar yang sempurna.
FUNGSI GAMBAR KERJA
Gambar kerja sebagai
“bahasa teknik dan pola penyampaian informasi”,
Fungsi-fungsi gambar dapatdigolongkan menjadi tiga golongan, yaitu Penyampaian Informasi
Gambar berfunsi untuk meneruskan maksud dari perancangan dengan tepat kepada orang –orang yangbersangkutan kepada perancanaan proses, pembuatan, pemeriksaan dan sebagainya. Orang-orang yangbersangkutan bukan hanya orang-orang pabrik atau orang di bengkel sendiri, tetapi juga orang orangdalam pabrik atau bengkel sub kontrak atau orang asing dengan bahasa lain Pengawet, penyimpanan dan penggunaan keterangan
Gambar merupakan data teknik yang sangat ampuh, dimana teknologi dari suatu perushaan di padatkandi kumpulkan. Oleh karena itu gambar bukan saja diawetkan untuk mensuplai bagian bagian produkuntuk diperbaiki ( reparasi ) atau untuk di perbaiki, tetapi gambar diperlukan juga sebagai bahaninformasi untuk rencana-rencana baru di kemudian hari. Sehingga diperlukan penyimpanan, kondikasinomor urut gambar dan sebagainya. Cara-cara pemikiran dalam penyiapan informasiDalam perencanaan, konsep abstrak yang terlintas dalam pikiran diwujudkan dalam bentuk gambarmelalui proses masalahnya pertama-tama di analisa dan disintesa dengan gambarnya di teliti dandievaluasi. Proses ini di ulang-ulang, sehingga dapat di hasilkan gambar-gambar yang sempurna. 


Tujuan-tujuan gambar kerja
Adapun tujuan –tujuan gambar yaitu :
1.      Internasional gambar
Peraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara orang yang bersangkutan dan kemudian menjadi standar perusahaan. Agar tujuan dapat di capai, penunjukan simbol-simbol gambar harus sama secara intenasional.
2.      Mempopulerkan gambar
Dalam lingkup teknologi, mempopulerkan gambar menjadi suatu keharusan, karena dalam teknologi tinggi dibutuhkan data-data yang pasti dan akurat dan tidak berdasarkan kebiasaan atau feeling.
3.      Perumusan gambar
Berdasarkan sifat-sifat kerja masing-masing maka dari tiap-tiap bagian, mesin, listrik harus memiliki keterangan yang sama agar dapat dimengerti oleh semua orang.
4.      Sistematika gambar
Mengingat gambar menyajikan banyak perbedaan tidak hanya dalam bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda tolenrasi, lambang-lambang dst, maka harus ada sistematika dalam lingkungan perusahaan sendiri.
5.      Penyederhanaan Gambar
Tujuannya agar dapat menghemat waktu, menghindari kesalahan pengerjaan, mempermudah pengerjaan dan mempercepat perencanaan.
Tujuan-tujuan gambar kerja
Adapun tujuan –tujuan gambar yaitu :Internasional gambarPeraturan-peraturan gambar dimulai dengan persetujuan bersama antara orang yang bersangkutan dankemudian menjadi standar perusahaan. Agar tujuan dapat di capai, penunjukan simbol-simbol gambarharus sama secara intenasional.Mempopulerkan gambar

 Dalam lingkup teknologi, mempopulerkan gambar menjadi suatu keharusan, karena dalam teknologitinggi dibutuhkan data-data yang pasti dan akurat dan tidak berdasarkan kebiasaan atau feeling.Perumusan gambarBerdasarkan sifat-sifat kerja masing-masing maka dari tiap-tiap bagian, mesin, listrik harus memilikiketerangan yang sama agar dapat dimengerti oleh semua orang.
Sistematika gambar Mengingat gambar menyajikan banyak perbedaan tidak hanya dalam bentuk dan ukuran, tetapi tanda-tanda toleransi, lambang-lambang dst, maka harus ada sistematika dalam lingkungan perusahaansendiri.Penyederhanaan GambarTujuannya agar dapat menghemat waktu, menghindari kesalahan pengerjaan, mempermudahpengerjaan dan mempercepat perencanaan. 



PEMBUATAN LEMBAR KERJA/ GAMBAR KERJA
Gambar kerja berisi semua informasi yang dibutuhkan untuk memproduksi suatu produk. Informasi yang ada dalam gambar kerja meliputi gambar rakitan, gambar detail, dimensi keterangan gambar dan semua standar informasi yang dibutuhkan dalam membuat suatu produk.
Tiga komponen dari satu set gambar kerja adalah:
1.      Detail dari setiap bagian
2.      Daftar komponen, atau bahan untuk merakit produk akhir
3.      Gambar rakitan
Gambar kerja adalah set lengkap standar gambar yang menentukan pembuatan dan perakitan produk berdasarkan desainnya. Kerumitan desain akan menentukan jumlah dan jenis gambar.
Gambar kerja bisa lebih dari satu lembar dan mungkin berisi instruksi tertulis yang disebut dengan spesifikasi. Gambar kerja merupakan cetak biru yang digunakan untuk pembuatan produk.
Gambar Rakitan dan Sub-rakitan
Gambar rakitan adalah gambar dari keseluruhan produk atau mesin atau sistem dengan semua komponennya berada dan diidentifikasi. Gambar sub-rakitan adalah dua atau lebih bagian yang membentuk bagian dari suatu gambar rakitan.
Fungsi gambar rakitan
Gambar rakitan berfungsi untuk menunjukkan kumpulan dari komponen-komponen yang digabungkan menjadi produk jadi.
Fungsi gambar sub-rakitan
Gambar sub-rakitan digunakan jika pada gambar rakitan tidak dengan jelas menyajikan bagian komponen, maka gambar sub-rakitan harus disertakan untuk menunjukkan bagaimana bagian dari komponen itu dirakit.
Pandangan
Gambar rakitan dan sub-rakitan harus menunjukkan bagian-bagian komponen dan posisi
relative antara komponen yang satu dengan yang lain. Pandangan menjadi penting untuk menunjukan bagian-bagian dari komponen itu berada dan yang digabungkan menjadi satu.
Pandangan yang digunakan bisa dari salah satu gambar pandangan sebagai berikut.
1.      Pandangan Paralel
2.      Pandangan Isometrik
3.      Pandangan Kombinasi paralel dan isometrik
4.      Garis Tersembunyi
Gambar rakitan dan sub-rakitan umumnya tidak boleh menyertakan garis tersembunyi yang tidak menjelaskan bagaimana produk tersebut dirakit. Jadi tidak adanya garis tersembunyi tidak menandakan bahwa tidak ada bagian yang tersembunyi di lokasi itu.
Dimensi
Pada umumnya dimensi yang ditunjukkan pada gambar rakitan dan sub-rakitan adalah dimensi yang dibutuhkan untuk merakit komponen, komponen standar, dan sub-rakitan. Dengan demikian dimensi yang diperlukan untuk membuat gambar bagian tidak boleh ditampilkan pada gambar rakitan dan sub-rakitan.
Nomor Bagian
Setiap bagian komponen atau sub-rakitan yang dibuat harus diidentifikasi dengan nomor bagian yang ditunjukkan dapa gambar rakitan atau sub-rakitan. Nomor bagian atau nomor komponen ditunjukkan dengan dengan balon melingkar yang ditarik di luar gambar rakitan.
Balon harus diberi nonor secara berurutan searah jarum jam dengan angka 1 di lokasi tengah atas gambar seperti pada jam angka yang menunjukkan posisi jam 12 siang. Setiap balon harus dihubungkan ke item atau titik pada permukaan bagian gambar. Garis balon tidak boleh saling menyilang.

Gambar Detail
Gambar detail adalah gambar yang memiliki dimensi dan keterangan secara lengkap dari satu bagian komponen yang dibuat berdasarkan gambar kerja sehingga informasi yang didapat sudah bisa digunakan untuk membuat produk.
Fungsi
Fungsi gambar detail adalah gambar bagian yang menyediakan semua informasi yang diperlukan untuk membuat bagian. Ini termasuk bagian bentuk, dimensi, material, dan persyaratan khusus apa pun.
Pandangan
Gambar detail setidaknya terdapat tiga pandangan ortografi (depan, atas, dan kanan) dan bisa juga ditampilkan gambar isometriknya. Pandangan ortografi ditunjukkan dalam proyeksi sudut ketiga atau pertama.
Daftar Komponen
Isi
Daftar isi komponen ditunjukkan dalam daftar tabel komponen yang ditunjukkan pada gambar baik untuk gambar rakitan maupun sub-rakitan. Daftar komponen ini paling tidak harus mencakup beberapa keterangan seperti:
1.      Nomor komponen
2.      Deskripsi komponen
3.      Nomor bagian yang digunakan untuk gambar detail, gambar sub-rakitan dan nomor bagian vendor.
4.      Informasi vendor digunakan jika komponen yang akan dibeli tidak umum tersedia dipasaran sehingga perlu informasi khusus.
5.      Jumlah komponen yang dibutuhkan dalam perakitan.
Penulisan nomor urut dituliskan berdasarkan nomor item dengan angka terendah dibagian bawah dan di urutkan ke atas.
Lokasi
Penempatan lokasi untuk daftar komponen dapat dipilih dari salah satu lokasi yang diinginkan dari beberapa posisi turan sebagai berikut:
1.      Sudut kiri atas lembar gambar menyentuh batas atas kiri
2.      Sudut kiri bawah lembar gambar menyentuh garis batas kiri bawah
3.      Diatas blok judul menyentuh garis batas kanan dan blok judul
4.      Disebelah kiri blok judul menyentuh garis batas bawah dan blok judul
Lokasi yang dipilih harus memaksimalkan ruang yang dapat digunakan untuk menggambar rakitan atau sub-rakitan.
Format Standar
Pemilihan format standar kadang sudah disediakan oleh beberapa aplikasi yang dipakai seperti pada Inventor atau Solidworks. Standar huruf yang dipakai biasanya menggunakan huruf Arial. Gambar dan model yang dirancang bisa menggunakan salah satu standar yang dipilih seperti menggunakan standar ANSI atau standar ISO atau yang lainnya.
Penomoran Gambar
Standar penomoran gambar juga beragam, paling tidak nomor gambar harus unik dan bisa membedakan dengan gambar yang lain.
Kertas Gambar
Standar ukuran kertas secara internasional terutama untuk standar ISO (A4, B5, C4, dst.) dan standar Amerika (letter, legal, dst.) ukuran-ukuran ini akan mempengaruhi penggunannya.
Etiket
Blok judul harus disertakan pada semua lembar di sudut kanan bawah. Minimal blok judul harus menyertakan sub-blok untuk:
1.      Menuliskan judul
2.      Nomor gambar
3.      Bagian Revisi
4.      Nama Departemen atau sekolah
5.      Nama orang yang meliputi bisa meliputi
6.      Tanggal yang terkait dengan semua nama (dalam format DDMMYY di mana YYadalah dua digit terakhir tahun, MM adalah dua digit angka bulan, dan DD adalahdua digit angka hari dalam bulan, misalnya, 210418 untuk 21 April 2018)
7.      Skala gambar yang dominan (misalnya, 1: 2), untuk skala yang khusus bisa di bawah
8.      Penunjukan huruf ukuran gambar
9.      Unit yang digunakan untuk dimensi dan catatan toleransi umum
10.  Simbol proyeksi
11.  Nomor lembar dan jumlah total lembaran (misalnya, 1 dari 2)
Etiket Revisi
Lokasi dan Isi
Blok revisi harus ditempatkan di sudut kanan atas gambar. Blok harus menyertakan kolom untuk:
1.      Tempat gambar di mana revisi telah dibuat
2.      Huruf revisi bisa menggunakan huruf Arial
3.      Deskripsi perubahan dengan huruf besar
4.      Nama pemberi perubahan (nama depan dan belakang)
5.      Tanggal persetujuan perubahan (dalam format DDMMYY)
Ruang harus disediakan untuk memperpanjang blok revisi ke bawah sesuai kebutuhan.
Penamaan revisi pertama ke gambar aslinya menggunakan keterangan mulai huruf abjad sebagai contoh revisi A.
Format Standar
Format standar yang bisa digunakan jika menggunakan program Inventor atau Solidwork sudah ada template yang disediakan.
Dimensi
Gambar komponen maupun gambar rakitan, selain memberikan deskripsi bentuk yang lengkap, juga harus memberikan informasi mengenai deskripsi ukuran. Dimensi dibuat melalui jarak antara permukaan, lokasi lubang, sifat finising permukaan, jenis material, dll. Ekspresi fitur ini pada gambar, menggunakan garis, simbol, angka dan catatan disebut dengan dimensi.
Prinsip Umum
Dimensi adalah nilai numerik yang dinyatakan dalam unit pengukuran yang tepat dan ditunjukkan pada gambar, menggunakan garis, simbol, catatan, dll. Sehingga semua fitur benar-benar dapat diketahui ukurannya. Cara membuat ukuran atau dimensi harus memenuhi kaidah pengukuran sebagai berikut.
1.      Sejauh mungkin dimensi harus ditempatkan di luar gambar benda.
2.      Dimensi harus diambil dari garis terluar yang terlihat
3.      Dimensi ke garis tengah harus dihindari kecuali ketika garis tengah melewati pusat
4.      Setiap benda dimensinya hanya sekali pada gambar.
5.      Dimensi harus ditempatkan pada tampilan atau bagian yang paling jelas berhubungandengan fitur terkait.
6.      Setiap gambar harus menggunakan unit yang sama untuk semua dimensi, tetapi tanpamenunjukkan simbol unit.
7.      Dimensi yang diperlukan untuk menentukan gambar komponen harus ditampilkan pada
8.      Tidak boleh ada bagian yang digambar lebih dari satu dimensi dalam satu arah.
9.      Cara membuat dimensi
Elemen dimensi meliputi garis proyeksi, garis dimensi, garis panah, pemutusan garis dimensi, indikasi asal dan dimensi itu sendiri.
Cara membuat dimensi sebagai berikut:
1.      Garis proyeksi dan dimensi harus digambarkan sebagai garis kontinu tipis.
2.      Garis proyeksi harus melebar sedikit di luar garis dimensi masing-masing.
3.      Garis proyeksi harus ditarik tegak lurus dengan fitur dimensinya. Jika perlu, garis dapatditarik secara miring, tetapi sejajar satu sama lain. Namun, dimensi harusberhubungan dengan fitur tersebut.
4.      Garis proyeksi dan garis dimensi tidak boleh saling silang, kecuali jika tidak dapat dihindari.
5.      Garis dimensi harus ditunjukkan tidak terputus, bahkan jika fitur yang ditunjukkannyagambar yang dipotong.
6.      Garis tengah atau garis besar bagian tidak boleh digunakan sebagai garis dimensi, tetapidapat digunakan sebagai pengganti garis proyeksi.
7.      Tanda panah, garis miring atau tanda bulat
Dimensi yang dibuat pada ujung garis dapat diberi tanda panah, garis miring, atau tanda bulat.
Metode penunjukkan dimensi
Dimensi harus ditampilkan pada gambar dalam karakter dengan ukuran yang cukup,
untuk memastikan keterbacaan lengkap. Dimensi harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga dimensi tidak disilangkan atau dipisahkan oleh garis lain pada gambar.
Catatan
Catatan harus selalu ditulis secara horizontal dengan huruf besar dan mulai di atas garis ukur dan juga dapat berakhir di bawah garis. Catatan harus singkat dan jelas dan kata-katanya harus dalam bentuk standar.

KISI-KISI UTS PKK


1.      Tuliskan tujuan dari Produksi dilakukan.
2.      Tuliskan 3 contoh kegiatan produksi disekolah
3.      Tuliskan 4 faktor-faktor produksi
4.      Tuliskan tahapan-tahapan produksi
5.      Tuliskan arti dari Routing
6.      Tuliskan pengertian gambar kerja
7.      Tuliskan fungsi – fungsi gambar kerja
8.      Tuliskan tujuan gambar kerja
9.      Tuliskan pengertian Biaya produksi
10.  Tuliskan jenis-jenis biaya produksi
11.  Tuliskan 2 contoh biaya tetap
12.  Tuliskan 2 contoh biaya variable
13.  Tuliskan rumus menghitung Biaya Produksi
14.  Tuliskan empat unsur  pokok yang terkandung didalam pengertian biaya
15.  beberapa tujuan penentuan biaya produksi
16.  Untuk membuat 20 kursi diperlukan biaya berikut: Biaya variabel: 10  balok kayu @Rp.80.000,-   , 8 papan tebal @Rp.150.000,-Biaya tetap yang diperhitungkan          Rp. 400.000,- Hitunglah Biaya produksi. Dan harga 1 unit kursi.
17.  Dari soal no 11, Hitunglah Harga  Kursi perunit
18.  Jika perusahaan menambah produksi menjadi 50 kursi, hitunglah harga kursi per unit
19.  Tuliskan pendapat anda, termasuk jenis biaya produksi apakah biaya gaji tenaga kerja
20.  Tuliskan nama produk yang anda hasilkan dan nama biaya produksi yang anda keluarkan.

Selasa, 20 November 2018

Rabu, 31 Oktober 2018

KEMASAN


Desain Kemasan Produk
1. PENDAHULUAN
Pada dunia pemasaran persaingan merupakan hal yang lumrah dan wajar. Maka dari itu
berbagai usaha dilakukan dalam upaya memenangkan persaingan ini. Salah satu diantaranya
adalah membuat desain kemasan produk yang menarik sehingga dapat mengundang
konsumen untuk membeli produk yang dipasarkan. Menurut Christine Suharto Cenadi, daya
tarik suatu produk tidak dapat terlepas dari kemasannya. Kemasan merupakan “pemicu”
karena ia langsung berhadapan dengan konsumen. Karena itu kemasan harus dapat
mempengaruhi konsumen untuk memberikan respon positif.
Desain kemasan di Bali belum begitu populer, karena pemahaman tentang manfaatnya belum
dirasakan. Disamping itu untuk usaha-usaha mikro dan idustri kecil rumahan, kemasan masih
dipandang hanya sebagai pembungkus semata bukan sebagai media pemikat konsumen.
Demikian juga kemasan masih dianggap penyebab ongkos produksi tinggi.
2. DEFINISI KEMASAN
Kemasan/packaging berasal dari kata package yang artinya sepadan dengan kata kerja
„membungkus‟ atau „mengemas‟ dalam bahasa Indonesia, sehingga secara harfiah pengertian
packaging dapat diartikan sebagai pembungkus atau kemasan. Maka secara sederhana
kemasan dapat diartikan sebagai suatu benda yang berfungsi untuk melindungi,
mengamankan produk tertentu yang berada di dalamnya serta dapat memberikan citra
tertentu pula untuk membujuk penggunanya. Secara fungsi wujudnya harus merupakan
kemasan yang mudah dimengerti sebagai sesuatu yang dapat dibawa, melindungi dan mudah
dibuka untuk benda atau produk apapun. Terpenting ia harus berhasil dalam uji kelayakan
sebagai fungsi pengemas, dapatkah ia menjaga produknya secara keseluruhan, dapatkah ia
menjaga untuk mengkondisikan produk tersebut dalam jangka waktu tertentu dan karena
perpindahan tempat.2.
Ada tiga alasan utama untuk melakukan pembungkusan, yaitu:
a. Untuk keamanan produk yang dipasarkan.
Kemasan dapat melindungi produk dalam perjalanannya dari produsen ke konsumen.
Produk-produk yang dikemas biasanya lebih bersih, menarik dan tahan terhadap
kerusakan yang disebabkan oleh cuaca.
b. Untuk membedakan dengan produk pesaing.
Kemasan dapat melaksanakan program pemasaran. Melalui kemasan identifikasi produk
menjadi lebih efektif dan dengan sendirinya mencegah pertukaran oleh produk pesaing.
Kemasan merupakan satu-satunya cara perusahaan membedakan produknya.
c. Untuk meningkatkan penjualan.
Karena itu kemasan harus dibuat menarik dan unik, dengan demikian diharapkan dapat
memikat dan menarik perhatian konsumen.
3. SEJARAH KEMASAN
Menurut Christine Suharto Cenadi, kemasan telah dikenal sejak jaman manusia purba.
Orang- orang primitive menggunakan kulit binatang dan keranjang rumput untuk mewadahi
buah-buahan yang dipungut dari hutan. Kemudian 8.000 tahun yang lalu, bangsa Cina
membuat aneka ragam keramik untuk mewadahi benda padat ataupun cair. Orang-orang
Indonesia kuno membuat wadah dari bambu untuk menyimpan benda cair. Menjelang abad
pertengahan, bahan-bahan kemasan terbuat dari kulit, kain, kayu, batu, keramik dan kaca.
Tetapi pada jaman itu, kemasan masih terkesan seadanya dan lebih berfungsi untuk
melindungi barang terhadap pengaruh cuaca atau proses alam lainnya yang dapat merusak
2
barang. Selain itu, kemasan juga berfungsi sebagai wadah agar barang mudah dibawa selama
dalam perjalanan.
Sebenarnya peranan kemasan baru dirasakan pada tahun 1950-an, saat banyak munculnya
supermarket atau pasar swalayan, di mana kemasan harus “dapat menjual” produk-produk di
rak-rak toko. Tetapi pada saat itupun kemasan hanya berfungsi memberikan informasimemberitahu
kepada konsumen tentang apa isi atau kandungan di dalam kemasan tersebut.
4. FUNGSI KEMASAN
Hermawan Kartajaya, seorang pakar di bidang pemasaran mengatakan bahwa teknologi telah
membuat packaging berubah fungsi, dulu orang bilang “Packaging protects what it sells
(Kemasan melindungi apa yang dijual).” Sekarang, “Packaging sells what it protects
(Kemasan menjual apa yang dilindungi).” 3 Dengan kata lain, kemasan bukan lagi sebagai
pelindung atau wadah tetapi harus dapat menjual produk yang dikemasnya.
Perkembangan fungsional kemasan tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Sekarang ini
kemasan sudah berfungsi sebagai media komunikasi. Misalnya pada kemasan susu atau
makanan bayi seringkali dibubuhi nomor telepon toll-free atau bebas pulsa. Nomor ini bisa
dihubungi oleh konsumen tidak hanya untuk complain, tetapi juga sebagai pusat informasi
untuk bertanya tentang segala hal yang berhubungan dengan produk tersebut. Kemasan juga
dapat berfungsi untuk mengkomunikasikan suatu citra tertentu. Contohnya, produk-produk
makanan Jepang. Orang Jepang dikenal paling pintar membuat kemasan yang bagus. Permen
Jepang seringkali lebih enak dilihat daripada rasanya. Mereka berani menggunakan bahanbahan
mahal untuk membungkus produk yang dijual. Walaupun tidak ada pesan apa-apa
yang ditulis pada bungkus tersebut, tapi kemasannya mengkomunikasikan suatu citra yang
baik.
5. FAKTOR-FAKTOR DESAIN KEMASAN
Kemasan yang baik dan akan digunakan semaksimal mungkin dalam pasar harus
mempertimbangkan dan dapat menampilkan beberapa faktor, antara lain sebagai berikut.
a. Faktor pengamanan.
Kemasan harus melindungi produk terhadap berbagai kemungkinan yang dapatmenjadi
penyebab timbulnya kerusakan barang, misalnya: cuaca, sinar matahari, jatuh, tumpukan,
kuman, serangga dan lain-lain. Contohnya, kemasan biskuit yang dapat ditutup kembali
agar kerenyahannya tahan lama.
b. Faktor ekonomi
Perhitungan biaya produksi yang efektif termasuk pemilihan bahan, sehingga biaya tidak
melebihi proporsi manfaatnya. Contohnya, produk-produk refill atau isi ulang, produkproduk
susu atau makanan bayi dalam karton, dan lain-lain.
c. Faktor pendistribusian
Kemasan harus mudah didistribusikan dari pabrik ke distributor atau pengecer sampai ke
tangan konsumen. Di tingkat distributor, kemudahan penyimpanan dan pemajangan perlu
dipertimbangkan. Bentuk dan ukuran kemasan harus direncanakan dan dirancang
sedemikian rupa sehingga tidak sampai menyulitkan peletakan di rak atau tempat
pemajangan.
d. Faktor komunikasi
Sebagai media komunikasi kemasan menerangkan dan mencerminkan produk, citra
merek, dan juga bagian dari produksi dengan pertimbangan mudah dilihat, dipahami dan
3
diingat. Misalnya, karena bentuk kemasan yang aneh sehingga produk tidak dapat
“diberdirikan”, harus diletakkan pada posisi “tidur” sehingga ada tulisan yang tidak dapat
terbaca dengan baik; maka fungsi kemasan sebagai media komunikasi sudah gagal.
e. Faktor ergonomic.
Pertimbangan agar kemasan mudah dibawa atau dipegang, dibuka dan mudah diambil
sangatlah penting. Pertimbangan ini selain mempengaruhi bentuk dari kemasan itu sendiri
juga mempengaruhi kenyamanan pemakai produk atau konsumen. Contohnya, bentuk
botol minyak goreng Tropical yang pada bagian tengahnya diberi cekungan dan tekstur
agar mudah dipegang dan tidak licin bila tangan pemakainya terkena minyak.
f. Faktor estetika. Keindahan pada kemasan merupakan daya tarik visual yang mencakup
pertimbangan penggunaan warna, bentuk, merek atau logo, ilustrasi, huruf, tata letak atau
layout, dan maskot . Tujuannya adalah untuk mencapai mutu daya tarik visual secara
optimal.
g. Faktor identitas. Secara keseluruhan kemasan harus berbeda dengan kemasan lain,
memiliki identitas produk agar mudah dikenali dan dibedakan dengan produk-produk
yang lain.
h. Faktor promosi
Kemasan mempunyai peranan penting dalam bidang promosi, dalam hal ini kemasan
berfungsi sebagai silent sales person. Peningkatan kemasan dapat efektif untukmenarik
perhatian konsumen-konsumen baru.
i. Faktor lingkungan
Kita hidup di dalam era industri dan masyarakat yang berpikiran kritis. Dalam situasi dan
kondisi seperti ini, masalah lingkungan tidak dapat terlepas dari pantauan kita. Trend
dalam masyarakat kita akhir-akhir ini adalah kekhawatiran mengenai polusi, salah
satunya pembuangan sampah. Salah satunya yang pernah menjadi topik hangat adalah
styrofoam. Pada tahun 1990 organisasi-organisasi lingkungan hidup berhasil menekan
perusahaan Mc Donalds untuk mendaur ulang kemasan-kemasan mereka. Sekarang ini
banyak perusahaan yang menggunakan kemasan-kemasan yang ramah lingkungan
(environmentally friendly), dapat didaur ulang (recyclable) atau dapat dipakai ulang
(reusable).
Faktor-faktor ini merupakan satu kesatuan yang sangat vital dan saling mendukung dalam
keberhasilan penjualan, terlebih di masa sekarang dimana persaingan sangat ketat dan
produk dituntut untuk dapat menjual sendiri. Penjualan maksimum tidak akan tercapai apbila
secara keseluruhan penampilan produk tidak dibuat semenarik mungkin. Keberhasilan
penjualan tergantung pada citra yang diciptakan oleh kemasan tersebut. Penampilan harus
dibuat sedemikian rupa agar konsumen dapat memberikan reaksi spontan, baik secara sadar
ataupun tidak. Setelah itu, diharapkan konsumen akan terpengaruh dan melakukan tindakan
positif, yaitu melakukan pembelian di tempat penjualan.
6. DESAIN KEMASAN
Kunci utama untuk membuat sebuah desain kemasan yang baik adalah kemasan tersebut
harus simple (sederhana)4, fungsional dan menciptakan respons emosional positif yang
secara tidak langsung “berkata”, “Belilah saya.” Kemasan harus dapat menarik perhatian
4
secara visual, emosional dan rasional. Sebuah desain kemasan yang bagus memberikan
sebuah nilai tambah terhadap produk yang dikemasnya. Menurut penelitian, dari seluruh
kegiatan penginderaan manusia, 80 % adalah penginderaan melalui penglihatan atau
kasatmata (visual). Karena itulah, unsur-unsur grafis dari kemasan antara lain: warna, bentuk,
merek, ilustrasi, huruf dan tata letak merupakan unsur visual yang mempunyai peran terbesar
dalam proses penyampaian pesan secara kasatmata (visual communication).
Agar berhasil, maka penampilan sebuah kemasan harus mempunyai daya tarik. Daya
tarik pada kemasan dapat digolongkan menjadi dua, yaitu daya tarik visual (estetika) dan
daya tarik praktis (fungsional)
1. Daya tarik visual (estetika)
Daya tarik visual mengacu pada penampilan kemasan yang mencakup unsur-unsur grafis
yang telah disebutkan di atas. Semua unsur grafis tersebut dikombinasikan untuk
menciptakan suatu kesan untuk memberikan daya tarik visual secara optimal. Daya tarik
visual sendiri berhubungan dengan faktor emosi dan psikologis yang terletak pada bawah
sadar manusia. Sebuah desain yang baik harus mampu mempengaruhi konsumen untuk
memberikan respons positif tanpa disadarinya. Sering terjadi konsumen membeli suatu
produk yang tidak lebih baik dari produk lainnya walaupun harganya lebih mahal. Dalam hal
ini dapat dipastikan bahwa terdapat daya tarik tertentu yang mempengaruhi konsumen secara
psikologis tanpa disadarinya. Misalnya produk-produk sabun mandi yang pada umumnya
memiliki komposisi yang tidak jauh berbeda. Tetapi produk sabun mandi yang dapat
menampilkan kelembutan yang divisualkan dengan baik pada desain kemasannya, di
antaranya menggunakan warna-warna lembut (pastel) dan merek dengan font Script atau
Italic (miring) dan memberikan kesan lembut dan anggun akan lebih banyak dipilih oleh
konsumen. Visualisasi yang ditampilkan memberikan efek psikologis bahwa konsumen akan
merasakan kulitnya lebih lembut setelah menggunakan sabun mandi tersebut.
2. Daya tarik praktis (fungsional)
Daya tarik praktis merupakan efektivitas dan efisiensi suatu kemasan yang ditujukan kepada
konsumen maupun distributor. Misalnya, untuk kemudahan penyimpanan atau pemajangan
produk. Beberapa daya tarik praktis lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain :
a. Dapat melindungi produk
b. Mudah dibuka atau ditutup kembali untuk disimpan
c. Porsi yang sesuai untuk produk makanan/minuman
d. Dapat digunakan kembali (reusable)
e. Mudah dibawa, dijinjing atau dipegang
f. Memudahkan pemakai untuk menghabiskan isinya dan mengisi kembali dengan jenis
produk yang dapat diisi ulang (refill)
Ada tiga alasan penting mengapa estetika penting dalam pemasaran, yaitu:8
a. Estetika dapat menciptakan loyalitas konsumen dengan memberikan pengaruh
psikologis dan emosional. Contohnya melalui keunikan sebuah logo pada kemasan.
b. Estetika dapat menjadi standar perusahaan untuk menetapkan harga. Menurut Bernd
Schmitt, seorang brand strategist, “When your company or product provides specific
experience that customers can see, hear, touch and feel, you are adding value and you
can price that value.”
c. Estetika dapat membuat sebuah produk menjadi berbeda (point of differentiation)
ditengah persaingan merek yang semakin ketat.
5
Selain mempertimbangkan estetika, sebuah desain kemasan yang ditujukan untuk penjualan
swalayan harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain:9
1. Stands out (menonjol)
Kriteria yang paling penting adalah bahwa kemasan harus menonjol. Kalau kemasan tidak
atau kurang menonjol maka ia akan kehilangan fungsinya, karena suatu produk harus
bersaing dengan berpuluh-puluh produk lainnya dalam kategori yang sama di tempat
penjualan. Salah satu cara adalah dengan penggunaan warna yang cermat, karena konsumen
melihat warna jauh lebih cepat daripada melihat bentuk atau rupa. Dan warnalah yang
pertama kali terlihat bila produk berada di tempat penjualan. Warna yang terang akan lebih
terlihat dari jarak jauh, karena memiliki daya tarik dan dampak yang lebih besar.
2. Contents (Isi)
Kemasan harus dapat memberikan informasi tentang isi kemasan dan apa yang terkandung
dalam produk. Misalnya, pada kemasan produk-produk makanan biasanya dicantumkan
kandungan gizi produk tersebut dan berapa kalori yang dihasilkan setelah konsumen
mengkonsumsi produk tersebut. Desain kemasan harus sesuai dengan produk yang dikemas.
Misalnya, bentuk kemasan botol untuk produk cair.
Tulisan di atas dirangkum dari beberapa tulisan tentang desain kemasan, demi kepentingan
pelatihan semoga ada manfaatnya.